Powered By Blogger

Selasa, 04 Mei 2010

Filter Dryer



Filter dryer pada pemasangannya diletakkan setelah condenser. Adapun fungsi dari filter dryer itu sendiri adalah menyaring kotoran dan partikel - partikel lain yang menempel pada dinding pipa tembaga yang ikut terbawa bersama bahan pendingin ( refrigran ).

Filter dryer umumnya berbentuk silinder / tabung dengan ukuran dan dimensi yang berbeda - beda sesuai dengan capasitas yang dibutuhkan.
Cara pemasangan filter dryer bisa dilakukan dengan sistem las dan flare / nut.
Pemasangan filter dryer yang benar adalah sesuai arah panah yang tertera pada sisi filter dryer itu sendiri.

Didalam kerangka filter dryer itu sendir terdapat beberapa macam komponen :

1. Saringan molekuler
2. Silica Gel
3. Aluminium oksida aktif
4. Kasa polyester

Cara kerja komponen tersebut adalah sebagai berikut :

Saringan molekuler dan silica gel berfungsi untuk menahan H2O ( air )
Aluminium oksida aktif berfungsi untuk mengikat asam maupun juga air ( H2O )
Sedangkan kasa polyester bertugas untuk menyaring dan menahan kotoran yang besarnya 15 - 21 Um ( ultra mikron )..otomatis kotoran yang lebih kecil daripada itu masih bisa bersirkulasi dalam sistem namun tidak terlalu membahayakan sistem itu sendiri.

Senin, 03 Mei 2010

CONDENSOR


KOndensor ( condenser ) biasanya ditempatkan diluar daripada media yang didinginkan , karena condenser ini adalah tempat dimana bahan pendingin gas ( refrigerant ) mengeluarkan kalor ( panas ) yang diserap oleh evaporator dan panas yang dihasilkan oleh compressor.



Memakai condenser sesuai capasitas dan dengan perencanaan yang baik harus bisa membuat cairan dingin lanjut ( sub -cooling ) dari refrigerant sebelum meninggalkan condenser menuju evaporator , dimana tekanan didalam condenser harus lebih tinggi tekanannya dari bagian lain dalam suatu sistem.
Sah sah saja tekanan dalam condenser dibuat rendah , namun yang meninggalkan condenser harus tinggi.Hal ini disyaratkan karena untuk mencegah gesekan pipa dan tahanan dari alat pengatur ( pipa capiler , expansion valve ).

Dalam condenser ini wujud refrigerant diubah dari yang semula berupa gas berubah mencadi cairan yang jenuh dan bertekanan tinggi. Hal ini terjadi karena sistem kerja daripada compressor yang memberikan tekanan terhadap gas refrigerant tersebut. Dan karena sifat kimia dari refrigerant, bahwa setiap dia berubah dari wujud gas menjadi cair , maka proses perubahan tersebut melepaskan kalor yang dihasilkan dari proses tersebut.

Maka dari itu, condenser haruslah selalu terawat dengan baik , dalam arti , tidak boleh ditempatkan di suatu tempat yang sirkulasi udaranya kurang baik , pada sirip sirip fin nya tidak boleh melekat kotoran , minyak , debu, dan lain lain.

Karena apabila condenser mengalami gangguan seperti tersebut diatas, maka efek pendinginan akan otomatis berkurang , arus yang diambil motor compressor terlalu besar , compressor akan panas sehingga overload protector akan sering bekerja yang lama lama mengakibatkan lemahnya kumparan dalam compressor.
Dikatakan efek pendinginan berkurang karena , tidak semua gas refrigerant didalam condenser bisa berubah menjadi cairan jenuh dan bertekanan tinggi...sehingga pipa capiler/expansion valve tidak bisa bekerja dengan baik.

Condenser mempunyai fungsi melepaskan panas yang diserap refrigerant, yang lazimnya dirumuskan sebagai berikut:

Qc = Qo + Wt
dimana :
Qc = Panas yang dilepaskan condensor
Qo = Panas yang diserap evaporator
Wt = Panas dari compressor

Condenser yang biasa dipakai bisa dibedakan menjadi dua menurut media yang dipakai:

1. Air Cooled Condenser
Dimana condenser type ini memakai motor fan untuk mendinginkan nya.
2. Water Cooled Condenser
Adalah type condenser yang memakai media air untuk mendinginkan nya bisa dengan air tawar maupun air laut , sesuai dengan spesifikasi kondenser tersebut dan pemakaian condenser tersebut.